Aku mengadu pada Bumi
kehampaan sunyi dan kekosongan sepi
Ia malah bercerita
kepenatan melihat tingkah polah manusia
yang tak bosan bosan durhakai Tuhannya
Aku bercerita pada Langit
hidup di zaman akhir kian sulit
ujian, cobaan, fitnah
bak hujan berhamburan dari awan
Ia malah ikut menimpali
kebosanannya pada jiwa jiwa hampa
yang tak tertarik mengenal Pencipta
Aku kabarkan pada jalanan
aku sudah jengah
di atas jalan beraspal mengukur langkah
aku ingin terbang saja
biar mudah jelajah semesta
Namun Iapun berkisah
muak mendapati kaki2 berjalan
penuh umpatan,cacian dan cercaan
Rindu Ia para pejalan kaki
melangkah tanpa jeda mengingat Tuhan
Aku ingin mengadu
pada langit, bumi dan jalanan
namun sepertinya tentangku
pengaduan mereka lebih layak didengar
(jzk khaer untukmu...)
Sebuah Cinta Abadi yang pernah ada di Bumi..
0 komentar Diposting oleh Hana hanuuna Marzouqy di 17.11
Sebuah kisah Cinta Sejati, Kisah nyata yg pernah terjadi di Bumi ini...
Sekian ratus tahun yang lalu...
Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya... seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung.... hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu... namun, rasa ngantuk semakin menjadi-jadi dan Sang suami tercinta belum juga datang.
Tak berapa lama kemudian....
seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana.
Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut.
Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa.
Namun, ketika akan mengetuk pintu... terpikir olehnya Sang istri yang tengah terlelap tidur.... ah, sungguh ia tak ingin membangunkannya.
Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbanyya di depan pintu dan berbaring diatasnya.
Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, Sang suami lebih memilih tidur di luar rumah..
di depan pintu...
dengan udara malam yang dingin melilit...
hanya beralaskan selembar sorban tipis.
Penat dan lelah beraktifitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi..
karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Subhanallah...
Dan ternyata, di dalam rumah..
persis dibalik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring diatasnya..
Sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar sang istri di balik pintu.
Tak terlintas sedikitpun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang.
Namun, karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu Sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu Sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.
malam itu... tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana... karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan.. Sang Istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada Sang suami dan Sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada Sang istri.
dan Nun jauh di langit....
ratusan ribu malaikat pun bertasbih....
menyaksikan kedua sejoli tersebut...
SUBHANALLAH WABIHAMDIH
betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina
terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona...
saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati...
Tahukah Anda... siapa mereka..?
Sang suami adalah Muhammad bin Abdullah, Rasulullah SAW dan Sang istri adalah Sayyidatuna Aisyah RA binti Abu Bakar As-Sidiq.
Merekalah sepasang kekasih teladan, suami istri dambaan, dan merekalah pemimpin para manusia, laki-laki dan perempuan di dunia dan akhirat.
Semoga rahmat ALLAH senantiasa tercurah bagi keduanya, dan mengumpulkan jiwa kita bersama Rasulullah SAW dan Sayyidatuna Aisyah RA dalam surgaNYA kelak.
dan Semoga ALLAH SWT memberi kita taufiq dan hidayah tuk bisa meneladani kedua manusia mulia tersebut.
Amiin...amiin ya rabbal'alamiin....
Kita selalu bertanya dan al-Quran telah menjawabnya.
Kita bertanya: Kenapa aku diuji?
Quran menjawab, "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan."Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta." (Surah al-Ankabut: 2-3)
Kita bertanya: Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan?
Quran menjawab, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah al-Baqarah: 216)
Kita bertanya: Kenapa ujian seberat ini?
Quran menjawab, "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Surah al-Baqarah: 286)
Kita bertanya: Kenapa kita rasa kecewa?
Quran menjawab, "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." (Surah Ali Imran: 139)
Kita bertanya: Bagaimana harus aku menghadapinya?
Quran menjawab, "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (Surah al-Baqarah: 45)
Kita bertanya: Kepada siapakah harus aku berharap?
Quran menjawab, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakal." (Surah at-Taubah: 129)
Kita bertanya: Apa yang aku dapat daripada semua ujian ini?
Quran menjawab, "Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." (Surah at-Taubah: 111)
Kita berkata: Aku sedih!
Quran menjawab, "Dan demikianlah keadaan hari-hari (kejayaan dan kesedihan) Kami pergilirkan di antara manusia (supaya menjadi pengajaran)." (Surah Ali Imran: 140)
Kita berkata: Aku tak tahan!
Quran menjawab, "...dan janganlah kamu berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf: 87)
Kita berkata: Sampai bilakah aku akan merana begini?
Quran menjawab, "Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Surah al-Insyirah: 5-6)
Belajar dari orang biasa yang luar biasa..!!!!
0 komentar Diposting oleh Hana hanuuna Marzouqy di 03.47
Orang -orang besar yang tak biasa menemukan dan menentukan suksesnya dengan cara-cara berbeda yang tak biasa. mreka luar biasa karena mengambil cara lain dari kebanyakan orang. kata orang pesantren itu ilmu laduni. seperti " zhahirnya santri yang juga putra mahkota kyai", siang hari main-main kesana kemari tapi ternyata menyimpan ilmu besar di atas rata2 para santri. apa rahasianya? ternyata mereka, ketika para santri tertidur, mereka belajar langsung kepada sang kyai yang tak lain adalah bapaknya sendiri. maka jangan heran bila anak kyai yang jadi mewariskan ilmu dari keluhuran yang kadang tak diwariskan kepada santri pada umumnya. inilah RAHASIANYA , ternyata..!!!
"kalau aku tidur di siang hari berarti aku menyiakan hak rakyat atas diriku. kalau aku tidur malam hari berarti aku menyiakan hakku untuk beribadah kepada Rabbku"(Umar Bin Khatttab)
Para shalafush shalih memiliki keistimewaan dlam cara membagi dan mengisi waktu untuk aktifitas tertentu...
o> Imam Malik : tidak tertidur saat belajar
Ini cara unik ulama dalam meluarbiasakan diri. beliau menyedikitkan waktu tidurnya untuk menggali ilmu dan menorehkannya guna diwariskan untuk ummat sepanjang zaman. Ibnul Qosim, seorang ulama fiqh mesir yang wafat tahun 191 H mengisahkan,"Aku pernah mendatangi Imam Malik sebelum waktu fajar. Aku tanyakn dua masalah , tiga masalh atau empat masalah, dan saya melihatnya benar-benar dalam suasana lapang. kemudian saya mendatanginya hampir setiap waktu sahur, terkadang karena lelah, mataku terkatup dan aku tertidur. ketika Imam Malik keluar menuju masjid aku tidak mengetahuinya. kemudian aku dibangunkan oleh pembantunya seraya berkata,"gurumu tidak tertidur seperti kamu. padahal usianya telah mencapai empat puluh sembian tahun.setahuku ia nyaris tidak shalat kecuali dengan wudhu untuk shalat isya.(tartiibul madaarik, 3/250)
o>metode imam syafi'ie :
Imam Syafi'iemembagi waktu malamnya menjadi tiga, yakni: sepertiga pertama untuk menulis ilmu, sepertiga kedua untuk shalat malam, sepertiga ketiga untuk tidur.
o> Metode Abu Hurairah :
Abu Hurairah dan keluarganya menghidupkan waktu malamnya menjadi tiga. bedanya yang dibagi orangnya, semacam hirosah atau jaga malam secara bergantian. Mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam,kemudian dilanjutkan oleh istrinya sepertiga malam,kemudian anaknya.dengan demikian tiada satupun yang berlalu setiap malam di ruma Abu HUrairah melainkan berlangsung di sana ibadah, dzikir dan shalat.
O> Metode belajar Ibnu Jarir ath-Thabari :
Diceritakan oleh Al khatib al Baghdadi, bahwa selama empat puluh tahun dari penghujung usianya Ibnu Jarir mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari. yang istimewa dari prestasi Ibnu Jarir , ia menulis artikel selepas dzuhur hingga waktu ashar tiba, tetapi muraja'ah akan ilmu serta ide-ide yang akan ia tuangkan dlm tulisannya didapatkan dari awal shubuh, setelah menunaikan qiyamullail..
Salah seorang murid beliau, Abu Bakar Syajari mengisahkan, " setelah selesai sarapan pagi, Ibnu Jarir tidur sejenak dengan pakaian berlengan pendek.setelah bangun ia mengerjakan shalat zhuhur.lalu menulis hingga waktu ashar tiba, kemudian keluar untuk shalat ashar.selanjutnya ia duduk di dalam majelis bersama orang-orang untuk mengajar sampai dtg waktu maghrib.setelah tiu mengajar fiqh serta pelajaran2 sampai masuk shalat isya,kemudian pulang ke rumah dan istirahat.tengah malam ia bangun malam dan mendalami ilmu-ilmunya."
kiat memanfaatkan waktu ala ulama salaf..
"waktu yang terbaik untuk menghafal adalah waktu sahur, sebelum fajar, untuk meneliti adalah waktu pagi, untuk menulis adalah tengah hari dan untuk menelaah dan mengulang di waktu malam hari." (jasim badr al muthawwi)
tinggal memilih....ingin seperti apakah anda me menej waktu anda???
dan mengoptimalkn waktu belajar anda.....
satu yang perlu saya gri bawahi untuk tema kali ini..."DAHSYATNYA WAKTU SHUBUH.!!!!"

Hidup adalah pendakian prestasi,mengumpulkan sukses kecil menuju sukses besar.sebagaimana mendaki gunnug,menapaki tangga-tangga sukses pun kadang menmbulkan kelelahan,kejenuhan ,kemalasan,kegamangan,ketakutan dan aneka pikiran yang menghantui hingga akhirnya meracuni.
inilah tipe-tipe manusia dalam proses pendakian itu :
o> Tipe QUITTERS :
Dia orang yg tergesa-gesa,ingin cepat samapin,gamapang menyerah,mudah bertekuk lutut,senang patah arang dan tak berani mengambil rsiko.bila ditawarakan kepadanay sebuah tantangan,ia mundur teratur mencari langkah seribu.orang semacam ini karena didominasi oleh pikiran-pikiran negatif,kalah sebelum bertanding dan memilih parkir sebelum naik ring. memilih aman daripada menghadang resiko. tak punya nyali untuk menatap positif hidup ini.
o>TIPE CAMPERS :
mereka adalah orang yang senang mendaki pada ketinggian tertentu lalu mengakhiri pendakian dan memilih berhenti , beristirahat serta mendirikan tenda di tempat yang datar. menikmati kesuksesannya, puas dengan yang diperolehnya, mengambil jalan selamat, dan tak tertantang untuk mengambil peluang dan resiko yang lebih besar , masih mendingan memang,tapi tentu bukan itu pilihan pahlawn sejati!!!!!!!!
o>TIPE CLIMBERS :
inilah para pendaki abadi. pahlawan hakiki. para pejuang yang siap mengambil apapun resiko yang ditemui. baginya hidup adalah sebuah arena mengambil tantangan menjadi peluang, mengubah hambatan menjadi kesuksesan, mengubah kesulitan menjadi kemungkinan-kemungkinan, mengambil resiko dengan sepenuh konsekusensi dan keberanian inilah yang mesti kita contoh. "Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersamasama mereka sejumlah besar pengikut yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah ( kepada musuh ). Allah menyukai orang-orang yang sabar".(ali-imron:146)
berpikirn bertindakn bekerja dgn aneka variasi untuk meraih sukses dan menyebarluaskan kebahagiaan buat orang lain. kebahagiaannya adalah ketika mampu membuka jalan bagi generasi berikutnya. memecahkan masalah yang ada di tengah masyarakat.
"Qul Huwa Allahu Ahad. Allahu ash-shomad "
dan kekuatan ada dalam diri KITA!!!!!!!!!!!
Lantunan kalam Ilahi seorang suami/istri, Cinta dua hati pasangan sejati ..
0 komentar Diposting oleh Hana hanuuna Marzouqy di 01.38
Lantunan kalam Ilahi seorang suami
Lantunan kalam Ilahi seorang istri
Menjadi penyejuk hati
Membuat hidup berarti
Lantunan kalam Ilahi seorang suami
Lantunan kalam Ilahi seorang istri
Menjadi penguat perjalanan duniawi
Membuat hidup mengingat mati
Lantunan kalam Ilahi seorang suami
Lantunan kalam Ilahi seorang istri
Cinta dua hati pasangan sejati
Pengikat hati dari Sang Pemilik Langit dan Bumi

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.
Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.
Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.
Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.
Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu…
Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…
Tapi Rabbii,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu…
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi…
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…
Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…
Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu…
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu,
Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Sebisaku
Dengan segala kelemahanku
= ngutip dari adikku tercinta..."nabylah hayatina"
wafaqakillah ukhtiyya......
musytaq biiik..............^_^

Dengan nama Allah swt Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang………..
Didoakan semoga kalian berada dibawah lembayung rahmat dan keredhaan Allah swt….
Hawa....
Maafkan aku jika coretan ini bisa menggores hatimu. Meskipun kutahu,jiwamu selembut sutera dan bisa hancur lantaran kata-kata yang bakal ku ungkap ini, mengertilah duhai Hawa, karena kaulah pengobat kesunyian waktu aku di syurga dulu dan engkau juga asalnya dari tulang rusuk kiriku yang bengkok,lantas kerana bimbang hidupmu terlepas dari landasan yang sebenarnya,kugagahi jua diri ini....
Hawa....
Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan kaummu melebihi bilanganku di akhir zaman ini. Itulah kebesaran dan KEAGUNGAN Allah swt dalAm urusan-Nya. Bayangkanlah Hawa...sekiranya kaumku melebihi kaummu, yang pasti dunia ini kan bercerai berai karena huru-hara dan diselimuti warna-warna suram lantaran kekejaman dan penindasan....
Hawa....
Suka untukku mengajak dirimu agar berfikir sejenak tentang hakikat kekalutan yang melanda disaat ini. Tapi permintaanku,duhai Hawa...cobalah ! Renungkan juga yang sebenarnya dirimu kini sudah berubah...Tidakkah kau mengerti bahwa dirimu kini, kian berubah..
Tidakkah kau mengerti bahwa dirimu adalah umpama sekuntum bunga yang indah di pandangan mata namun bukan perhiasan semata-mata. Duri-duri yang melingkarimu itulah hijab yang digariskan oleh Allah swt sebagai pelindung sebagai aurat seorang yang bergelar wanita. Mengapa Hawa? Mengapa harus kau biarkan ia terlihat kepada kami,kaum ajnabimu?
Betapa hancurnya hatiku menyaksikan dirimu menjadi bahan yang dapat ddipermainkan. Dimana-mana saja,bisaku lihat dirimu mengayunkan langkah ,bukan sebaik dulu lagi. Langkahmu kian pantas. Apa sebenarnya yang engkau kejar?. Aku sendiri tak pasti! Terkadang, ku tak dapat membedakan antara dirimu dan teman-teman yang lain, bersama hayunan langkah itu, suaramu kian meninggi,diiringi gelak tawa yang cukup memedihkan mata dan hatiku ini...
Sedarkah kau Hawa.....?
Haruskah aku terima hakikat yang kau kini sudah berubah?
Semakin jauh dari landasan Tuhan yang pernah kuhimbau buatmu dahulu!
Hawa....
Mengapa mesti dirimu kini jadi tontonan ramai? Perlukah kau hiasi dirimu untuk menarik perhatian sehingga yang seharusnya menutupi auratmu, kau miliki dari ciri-ciri yang dilarang dalam Islam? Sukar bagiku untuk melihat kembali keadaan yang mana sesederhana yang mungkin! Cukup untukku merasakan kehadiranmu disaat ini tidak lebih dari mempamerkan perhiasan diri yang kau punyai.
Fahamilah Hawa,usahlah menurut kerakusan nafsu menjelajahi sebutir peluru yang bisa hinggap di mana saja meninggalkan fitnah buat kaumku ini....
Hawa....
Betapa sakit dan pedihnya disaat kulihat auratmu menjala, di sekeliling pandangan. Aku tidak mau Hawa..Suatu hari nanti, di negeri yang abadi itu, memperlihatkan siksaan terhadapmu yang ku kira paling dahsyat, apa tidaknya.Seurat rambutmu yang keluar, ular menanti dimana-mana, sejengkal tanganmu kelihatan ...aduh!! Banyaknya siksaan menantimu!...
Mengapa begitu Hawa? Tidakkah kau ingat apa yang perlu kau jaga adalah maruahmu! Maruah seorang wanita yang tersandar di bahumu kelemahan dan kekurangan!!
Jadi bagaimana seandainya kelakuan dan auratmu terpamer di mana-mana saja?
Hawa...
Tidakkah kau malu dengan pembohongan yang kau sembunyikan dalam dirimu sendiri?
Di sini auratmu kau lindungi dibalik pakaianmu, atas dasar peraturan dan persekitaran kalian. Tetapi jauh nan diluar sana ,tersentak diriku tatkala dirimu telah jauh berbeda! Tudung ke mana,jilbab ke mana? Apatah lagi tingkah lakumu..! Dimana kau letakkan martabat seorang yang bergelar muslimah? Aku diselubungi rasa malu atas penghinaan ini!
Hawa....
Tutupilah auratmu, jagalah dirimu ,bertuturlah dengan suara yang lembut mampu kau kawal lantaran jika terlanjur, semuanya bisa membawa dosa padamu.
Jangan kau memperlihatkan apa yang tersembunyi pada dirimu..tapi ingatlah ,cukuplah sekadar tapak tangan dan wajahmu yang dizahirkan ,namun bukan kakimu,rambutmu,dan jua tubuhmu.....
Firman Allah swt:
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman,hendaklah mereka menahan dari pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali yang zahir daripadanya...”
Hawa....
Mungkin ku harus menghentikan bicara pertama ini di sini dulu...
Andai diizinkan Allah swt, kita bersua lagi dilain lembaran dan yang pasti aku tetap terus membimbingmu. Harapanku agar muncullah walaupun hanya secercah kesadaran dihatimu dan akan mendoakan moga Allah swt membuka hati kalian untuk mencetuskan perubahan....Akhir kata ,ketahuilah.............
“DUNIA INI MERUPAKAN PERHIASAN
DAN SEBAIK-BAIK PERHIASAN ADALAH WANITA SOLEHAH”
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, “ kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,”kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, sungguh dahsyat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingiin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu).”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii” (”Umatku, umatku, umatku”) Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim’alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia ini, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat.

أحبس الأمنيات في كف قلبي ان أري للوداع كفاتلوح
أكتم النار بابتسام ودموعي بسر حمر تبوح
أي هذا الوداع فيم عجلت تأمد الأميات وهي فطام
لم يكد يشرق فجري حتي جئتنا بالنوي وجاء الظلام
لهف قلبي الكليم كيف الجواب من السؤال الضلوع......أين الصحاب
ساكنوا الروح أشعلوها حنينا حينما أطفأوا اللقاء ووابوا
من معاني الوفاء دفع شذاه رشف القلب حبهم وسماهم
فاعذروا العين حين فاضت لأني خفت بعد الوداع ألا أراهم
تذكروا الذكريات...............فينا نزيفا من ربيع مضي أمسي خريفا
وادعوا والطريق لفت خطاهم وشموش الاخاء ولت كسوفا
ku pendam citaku dalam genggaman lubuk hatiku,bilaman ku lihat pada perpisahan ini kau lambaikn tanganmu...
ku simpan panasnya bara api kesedihan dgn senyum,meski tetesan air mataku berderai..
ooh....perpisahan ini..begitu cepatkah engkau tiba??
belum lagi fajar memancarkan sinarnya, perpisahan datang bagai gelapnya malam........
kesedihan hati ini seolah bicara...apa jawaban " dimana teman2??"
penghuni2 jiwa menyulut kerinduan manakal mereka padamkan perjumpaan
diantara makna pertemuan adalah menghilangkan kebingungan antara kita, hatipun menuai....
ketika mata tak mampu menahan derai tangis karna rasa takut.....seolah kami takkan lagi melihat mereka....
ingakah kenangan2indah kita bersama??di musim semi lalu....kemudian berganti musim gugur...
kubiarkan ...jalan mengusung langkah mereka....
asal persaudaraan ini kan abadi....hingga ke syurgaNya........
*di atas puncak bukit kerinduan....
mengingat2 sejuta kenangan..........
bersama kawan2.........
*inget .. hari2 terakhir di kelas sama ust maksudi???
kangeeeeen bgttt kawan.........
baru sehari memulai hidup jadi alumni......udah kangeeenn
_dengan derai air mata_tebet-jakarta 22:02

Teman2 Ini puisi yg dibuat pak Habibie ketika istrinya meninggal,,hmm,.menurutku maknanya dalem banget,bisa buat kita berfikir lebih banyak lagi tentang makna kehidupan dan cinta yang hakiki.
Ni puisinya:
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
subhanallah.....
inilah cinta yg menjadikan seseorang lebih mencintai Allah.....
keluarga sakinah mawaddah wa rahmah....^_^
aku iri pak...bu...smoga nanti keluarga kecilku nanti bsa seperti anda berdua....

Ribuan langkah kau tapaki
plosok negri kau sambangi
tanpa kenal lelah jemu
sampaikan firman Tuhan mu
terik matahari...tak surutkan langkah mu
deru hujan badai...tak lunturkan azzam mu
raga kan terluka....tak jerikan nyali mu
fatamorgana dunia...tak silaukan pandang mu
semua makhluk bertasbih panjatkan ampun bagimu
semua makhluk berdoa limpahkan rahmat atasmu
ilmu pewaris nabi
duka fana tak berarti
syurga kekal nan abadi
balasan ikhlas di hati
cerah hati kami
kau semai nilailah suci...
tegak panji Ilahi
bangkit generasi Rabbani
(salam rindu dan cinta untuk semua murabbi di bumi Allah ini..semoga Allah selalu merahmati...)
Ilmuwan Barat Berbicara Tentang Islam
Alam Islami
Oleh: Tim dakwatuna.com 
dakwatuna.com - Seorang ilmuwan dari Italia Kenneth Edward George berkata,
“Saya sudah mengkaji dengan sangat teliti agama-agama terdulu dan agama modern dewasa ini. Kesimpulannya adalah bahwa Islam agama langit yang yang benar. Kitab Suci ini mencakup kebutuhan materi dan immateri bagi manusia. Agama ini membentuk akhlak yang baik dan menjaga rohani agar tetap sehat.”
Profesor Inggris Mountaghmiri Watts berkata,
“Apa yang dipaparkan Al Qur’an tentang realitas dan fenomena alam yang sempurna menurut saya adalah di antara kelebihan dan keistimewaan Kitab ini. Yang jelas semua temuan dan ilmu pengatahuan yang didokumentasikan dewasa ini, tidak mampu menandingi Al Qur’an.”
Sejarawan Italia, Brands Johny Burkz mengatakan,
“Kesejahteraan dan kepemimpinan menjauh dari umat Islam dikarenakan mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al Qur’an dan mengamalkan hukum dan undang-undang-nya. Padahal sebelumnya sejarah telah mencatat bahwa generasi awal Islam meraih kejayaan, kemenangan, dan kebesaran. Mmusuh-musuh Islam tau rahasia ini, sehingga mereka menyerang dari sisi ini. Ya, kondisi kehidupan umat Islam sekarang ini suram, karena tidak pedulinya umat ini terhadap Kitabnya, bukan karena ada kekurangan dalam Al Qur’an atau Islam secara umum. Yang obyektif adalah tidak benar menganggat sisi negatif dengan menghakimi ajaran Islam yang suci.”
Peneliti Prancis Gul Labum menyeru orang Eropa,
“Wahai manusia, kajilah Al Qur’an secara mendalam, sampai kalian menemukan hakekat kebenarannya, karena setiap ilmu pengetahuan dan seni-budaya yang pernah dicapai oleh bangsa Arab, pondasinya adalah Al Qur’an. Hendaknya setiap penduduk dunia, dari beragam warna dan bahasa mau melihat secara obyektif kondisi dunia zaman awal. Mengkaji lembaran-lembaran ilmu pengetahuan dan penemuan sebelum Islam. Maka kalian akan tahu bahwa ilmu pengetahuan dan penemuan tidak pernah sampai pada penduduk bumi kecuali setelah ditemukan dan disebarluaskan oleh kaum muslimin yang mereka eksplorasi dari Al Qur’an. Ia laksana lautan pengetahuan yang mengalir di jutaan anak sungai. Al Qur’an tetap hidup, dan setiap orang mampu meneguk sejuknya sesuai dengan kesungguhan dan kemampuannya.”
Ahli filsafat dari Prancis, Pranco Mari Pulter, menjelaskan perbedaan antara Injil dan Al Qur’an,
”Kami yakin, jika disodorkan Al Qur’an dan Injil kepada seseorang yang tidak beragama, pasti orang tersebut akan memilih yang pertama, karena Al Qur’an mengetengahkan pemikiran yang cocok dengan akal sehat. Boleh jadi tidak ada undang-undang yang lebih detail tentang masalah perceraian, kecuali undang-undang dan hukum yang telah di gariskan Al Qur’an tentang masalah ini.”
Seorang ilmuwan dari Inggris Fard Ghayum, Guru Besar Universitas London mengatakan,
”Al Qur’an adalah kitab mendunia yang memiliki keistimewaan sastra yang tinggi, yang terjemahnya saja tidak bisa mewakili tingginya sastra aslinya. Karena lagunya berirama khusus, keindahannya mengagumkan, dan pengaruhnya yang luar bisa terhadap yang mendengarkan. Banyak kaum nashrani Arab yang terpengaruh gaya bahasa dan sastranya. Begitu juga kaum orientalis, banyak di antara mereka yang menerima Al Qur’an. Ketika dibacakan Al Qur’an, kami orang-orang Nashrani terpengaruh, laksana sihir yang menembus jiwa kami, kami merasakan ungakapnnya yang indah, hukumnya yang orisinil. Keistimewaan seperti ini yang menjadikan seseorang merasa terpuaskan, dan bahwa Al Qur’an tidak mungkin ada yang mampu menandinginya.”
Knett Grigh, Guru Besar Universitas Cambridge memberi kesaksian,
”Tidak akan mampu seseorang sepanjang empat belas abad yang lalu, sejak diturunkannya Al Qu’ran sampai sekarang ini, yang mampu membuat seperti ayat Al Qur’an, satu ayat sekalipun. Karena Al Qur’an bukan kitab yang dikhususkan untuk zaman tertentu, bahkan Al Qur’an ini alami yang akan terus berlangusng sepanjang zaman. Meskipun dunia dan kehidupan ini berubah, namun setiap manusia memungkinkan menjadikan al Qur’an sebagai pedoman hidupnya. Mengapa Al qur’an lebih unggul dan menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa? Karena Al qur’an mencakup hal-hal yang kecil maupun urusan yang besar. Tidak ada sesuatu yang tidak diatur oleh Al qur’an. Saya yakin, bahwa Al Qur’an mampu mempengaruhi orang Barat, dengan syarat, Al Qur’an dibacakan dengan bahasa aslinya, karena terjemahnya tidak mampu memberi pengaruh kejiwaan dan rohani, berbeda dengan bacaan aslinya yang menggetarkan jiwa, meluluhkan qalbu.”
~~~~~~Al-islaamu ya'luu wa laa yu'laa 'alaih...~~~~~~
kuntum khairaa umaah ..ukhrijat linnas......

Bulan Rajab adalah salah satu dari Empat Bulan Haram atau yang dimuliakan Allah swt. (Bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). Allah swt berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” At Taubah: 36
Fenomena pergantian bulan di mata muslim adalah salah satu sarana untuk mengingat kekuasaan Allah swt dan dalam rangka untuk mengambil ibrah dalam kehidupan juga sebagai sarana ibadah.
Karena itu, pergantian bulan dalam bulan-bulan Hijrah kita disunnahkan untuk berdo’a, terutama ketika melihat hilal atau bulan pada malam harinya. Do’a yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw. adalah:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَم رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ هِلاَلَ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
“Ya Allah, Jadikanlah bulan ini kepada kami dalam kondisi aman dan hati kami penuh dengan keimanan, dan jadikanlah pula bulan ini kepada kami dengan kondisi selamat dan hati kami penuh dengan keislaman. Rabb ku dan Rabb mu Allah. Bulan petunjuk dan bulan kebaikan.” (HR. Turmudzi)
Shaum di Bulan Rajab
Shaum dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulia lainnya hukumnya sunnah.
Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah aw. Bersabda:
“Puasalah pada bulan-bulan haram (mulya).” Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.
Rasulullah saw. juga bersabda:
“Kerjakanlah ibadah apa yang engkau mampu, sesungguhnya Allah tidak pernah bosan hingga kalian bosan”.
Ibnu Hajar, dalam kitabnya “Tabyinun Ujb”, menegaskan bahwa tidak ada hadits, baik sahih, hasan, maupun dha’if yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab.
Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa.
Ditulis oleh Imam Asy Syaukani dalam Kitabnya, Nailul Authar, menerangkan bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur As Sam’ani yang mengatakan bahwa tidak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus.
Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.
Namun demikian, sesuai pendapat Imam Asy Syaukani, bila semua hadits yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat untuk dijadikan landasan, maka hadits-hadits yang umum, seperti yang disebut di atas, itu cukup menjadi hujah atau landasan.
Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Do’a Bulan Rajab
Bulan Rajab merupakan starting awal untuk menghadapi Bulan Suci Ramadhan. Subhanallah, Rasulullah saw. menyiapkan diri untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan selama dua bulan berturut sebelumnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Dengan berdoa dan memperbanyak amal shalih.
Do’a keberkahan di bulan Rajab. Bila memasuki bulan Rajab, Nabi saw. mengucapkan, “Allaahumma Baarik Lana Fii Rajaba Wa Sya’baana, Wa Ballighna Ramadhaana. “Ya Allah, berilah keberkahan pada kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.”
Hadits di atas disebutkan dalam banyak keterangan, seperti dikeluarkan oleh Abdullah bin Ahmad di dalam kitab Zawaa’id al-Musnad (2346). Al-Bazzar di dalam Musnadnya -sebagaimana disebutkan dalam kitab Kasyf al-Astaar- (616). Ibnu As-Sunny di dalam ‘Amal al-Yawm Wa al-Lailah (658). Ath-Thabarany di dalam (al-Mu’jam) al-Awsath (3939). Kitab ad-Du’a’ (911). Abu Nu’aim di dalam al-Hilyah (VI:269). Al-Baihaqy di dalam Syu’ab (al-Iman) (3534). Kitab Fadhaa’il al-Awqaat (14). Al-Khathib al-Baghdady di dalam al-Muwadhdhih (II:473).
Memperbanyak amal shaleh, seperti shaum sunnah, terutama di bulan Sya’ban. Diriwayat oleh Imam al-Nasa’i dan Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Huzaimah. Usamah berkata pada Nabi saw.
“Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Engkau lakukan dalam bulan Sya’ban.’ Rasul menjawab: ‘Bulan Sya’ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang. Di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa.” Allahu a’lam
ان منح حياتك للمسيح تعد خطوة ايمان يمكنك القيام بها عن طريق الصلاة
الصلاة هي ببساطة التحدث مع الله فهو يعرفك وما يهمه هو سلوك قلبك وصداقتك. نقترح عليك أن تصلي هذه الصلاة:
"ربي وإلهي .. أعترف أمامك بأنني خاطئ وغير قادر أن أخلص نفسي وأطهرها – لذلك أنا أفتح لك باب قلبي. أدخل إليه، اغفر خطاياي وتربع على عرش حياتي، فأنا أقبل هبة الغفران والخلاص المجانية، وأقبل المسيح كمخلص شخصي وسيّدٍ على حياتي. آمين"
هل إرادة قلبك هي أن تصلي هذه الصلاة؟ أو هل تعبر هذه الصلاة عن رغبة قلبك ؟
إذا كان جوابك هو نعم فصلي هذه الصلاة الآن
وسوف يدخل يسوع لحياتك
lagi pengen ngumpulin resep2 makanan....udah gede harus bisa masak atuwh...
bekal buat nikah.......walaupun masih jauh tapi harus dari sekarang...
hehehe....
Resep Kue - Pie Kurma
Resep Kue - Resep Kue
Tuesday, 01 September 2009
Bahan pie :
• 50 gr gula pasir, haluskan
• 125 gr Margarine
• 250 gr Tepung Terigu
• 1 butir Kuning Telur
Bahan cake :
• 80 gr Gula Pasir
• 75 gr Mentega Kocok
• 60 gr Tepung Terigu
• 15 gr Susu Bubuk
• 8 Butir Kuning Telur
Topping :
• Butter Cream siap pakai
• Kurma, Belah dua
Cara Membuat :
• Kulit : Kocok Gula pasir dan margarin hingga lembut, masukkan kuning telur kemudian kocok rata. Setelah itu tambahkan terigu dan aduk rata
• Masukkan adonan dalam cetakan pie beroles margarin, tusuk tusuk dasarnya dengan garpu
• Cake : Kocok gula pasir dankuning telur hingga mengembang, masukkan terigu dan susu bubuk, aduk rata. Masukkan dan kocok mentega kemudian aduk rata.
• Tuang adonan cake diatas kulit pie , panggang dalam oven 170 C hingga matang.
• Angkat
• Tambahkan butetr cream, tempelkan kurma, hias sesuai dengans elera. Sajikan.
Resep Masakan Indonesia - Ayam Bumbu Rujak
Resep Masakan - Resep Masakan Indonesia
Wednesday, 15 July 2009
Ayam Bumbu Rujak
Bahan :
• 1 ekor ayam sedang
• 1 gelas santan kental
• 2 lembar daun salam
• 2 lembar daun jeruk purut
• 1 batang serai yang dimemarkan
Bumbu :
• 5 buah cabe merah
• 2 siung bawang putih
• 4 buah kemiri
Cara memasak :
• Ayam dibersihkan, cuci kemudian poting menjadi 4 bagian
• Bumbu dihaluskan kecuali serai, daun salam dan dun jeruk purut. Tumis hingga harum
• Masukkan ayam dan santan kental sambil diaduk rata
• Masak terus sampai matang kemudian dipanggang hingga kering
Resep Masakan Indonesia - Udang Goreng Saus Tiram
Resep Masakan - Resep Masakan Indonesia
Friday, 25 May 2007
dannies25@aol.com
Bahan :
500 gr udang ukuran besar, kupas, sisakan ekornya, belah punggungnya
1/2 sdt oregano kering
1/2 sdt merica bubuk
1 sdm air jeruk nipis
1/2 sdt garam halus
1 butir telur ayam, dikocok
50 gr tepung maizena
2 sdm mentega
50 gr bawang bombay, iris tipis
2 siung bawang putih, cincang halus
3 buah cabe merah, buang bijinya, iris menyerong 1 cm
125 gr biji jagung manis kalengan
1 sdm saus tiram
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam halus
15 helai daun kucai, potong 2 cm
Cara membuat :
Rendam udang bersama oregano, merica, air jeruk nipis, dan garam. Diamkan selama 30 menit. Tiriskan.
Celupkan dalam telur kocok, angkat, gulingkan dalam tepung maizena hingga rata.
Goreng udang dalam minyak panas hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan.
Panaskan mentega, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.
Masukkan cabe dan jagung manis. Aduk hingga cabe layu. Lalu masukkan udang goreng, aduk rata.
Tambahkan saus tiram, merica, dan garam. Aduk hingga sayuran matang.
Masukkan kucai, aduk dan angkat. Sajikan panas-panas.
Resep Masakan Indonesia - Soto Kudus
Resep Masakan - Resep Masakan Indonesia
Wednesday, 20 June 2007
Bahan-bahan :
1 ekor ayam kampung, potong 4 bagian
3 butir telur rebus potong serasi
100 gr tauge diseduh
2 sdm sledri dirajang halus
2 sdm bawang putih dirajang dan digoreng
75 ml kecap manis
2 buah jeruk nipis diambil airnya
2 batang serai
1 1/2 sdt garam
1 sdt gula
1 1/2 liter air
Minyak goreng dan nasi putih secukupnya
Bumbu yang dihaluskan :
6 buah bawang putih
6 siung bawang merah
1 sdm ketumbar
1/2 sdt Jintan
6 butir kemiri
3 cm jahe
Cara Membuat:
Panaskan air kemudian rebus ayam dengan api kecil hingga kaldu harum dan ayam matang.
Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang beserta serai, masukkan ke dalam rebusan ayam, garam, gula dan bawang putih goreng.
Teruskan memasak hingga bumbu meresap ke dalam ayam, angkat ayam dan suwiri.
Letakkan nasi ke dalam mangkok, masukkan tauge, telur, sledri, suwiran ayam, air jeruk dan sedikit kecap manis, tuangkan kuah sotonya, siap hidangkan.
Es Krim - Es Krim Kelapa Muda
Resep Minuman - Resep Es Krim
Tuesday, 22 May 2007
Sumber: ibu ibu DI
Bahan - bahan :
100 ml air kelapa muda
700 ml susu segar
pewarna merah muda
1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
3 kuning telur ayam, kocok
200 g daging kelapa muda, keruk halus
100 ml krim kental
Cara membuat :
Campur air kelapa dan susu. Aduk rata.
Beri beberapa tetes pewarna merah muda, aduk rata. Jerangkan di atas api kecil sambil aduk hingga panas.
Tuangi larutan maizena, aduk hingga kental dan mendidih.
Ambil sedikit adonan, aduk dengan kuning telur. Tuangkan kembali ke dalam adonan. Masak hingga mendidih. Angkat, aduk-aduk hingga uapnya hilang dan menjadi hangat.
Tambahkan kelapa muda dan krim aduk rata. Tuangkan ke dalam wadah.
Simpan dalam freezer hingga setengah beku. Keluarkan, aduk rata.
Simpan kembali dalam freezer hingga beku.
Sendoki dalam gelas-gelas saji. Sajikan dingin
Resep Masakan - Resep Masakan - Spaghetti Daging Iga & Telur
Resep Masakan - Resep Makanan Barat
Wednesday, 16 April 2008
Bahan:
150 g spaghetti kering
1 sdm mentega
1 siung bawang putih, cincang
10 g bawang Bombay, cincang
100 g daging iga sapi asap/beef bacon, cincang kasar
125 ml krim segar encer
1/2 sdt biji mustard
1/2 sdt oregano kering
1/2 sdt merica hitam bubuk
1 sdt garam
1 butir kuning telur ayam
Taburan:
1 sdm keju parmesan parut
Cara membuat:
Rebus spaghettini dengan air seukupnya hingga lunak. Angkat dan tiriskan.
Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga layu dan harum.
Masukkan daging iga asap, aduk hingga agak kering dan lemak meleleh.
Tuangi krim encer dan bubuhi bumbu lalu didihkan.
Masukkan spaghetti, aduk hingga rata.
Jika suka telur matang, masukkan langsung kuning telur dan aduk hingga matang.
Angkat, taburi keju parmesan.
Sajikan panas. Jika suka telur setengah matang, taruh kuning telur di atas spaghetti dan aduk selagi panas dan santap segera.
Resep Masakan - Ikan Bumbu Balado
Resep Masakan - Resep Masakan Indonesia
Wednesday, 31 October 2007
Ikan Goreng Bumbu Balado
Bahan:
Ikan kembung 6 bh dibersihkan beri sedikit cuka/air jeruk nipis dan garam.
Daun jeruk 3 lbr.
Tomat besar 1 bh dipotong jadi 6 bagian.
Minyak untuk menggoreng.
Garam dan gula secukupnya
Bumbu tumbuk kasar:
Cabe merah 10 bh
Bawang merah 8 bh
Cara memasak:
Goreng ikan kembung dengan minyak panas sampai kecoklatan sisihkan.
Sisakan minyak bekas menggoreng ikan 5 sdm lalu masukan bumbu halus dan daun jeruk aduk sampai wangi dan masukan tomat aduk dengan api sedang-kecil, masak sampai bumbu dan tomat matang, lalu masukan ikan goreng tadi diamkan sebentar dengan api kecil lalu hidangkan.
Sumber dari http://www.myonlinerecipe.com/index.php?detailed=95
Resep Masakan - Gulai Ayam
Resep Masakan - Resep Masakan Indonesia
Monday, 13 July 2009
Gulai Ayam
Bahan :
• 1 ekor ayam sedang
• 10 buah cabe merah
• 10 buir bawang mera, diiris
• 4 siung bawang putih, diiris halus
• 1 ruas kunyit
• 1 ruas lengkuas
• 4 sendok makan ketumbar
• 5 sendok makan minyal samin
• 1 sendok teh adas halus
• 1 potong kayu manis
• 1 sendok teh pala
• 1 sendok asam jawa
• 2 sendok makan kelapa gongseng dihaluskan
• 2 ½ gelas santan
• Sejumput jinten
Cara memasak :
• Ayam dipotong-potong, cuci bersih, tiriskan
• Haluskan cabe, kunyit dan lengkuas
• Tumis bawang mera, bawang putih dan kayu manis dengan minyak samin sampai kering dan kuning, masukkan cabe dan goreng sebentar.
• Masukkan ketumbar halus serta potongan ayam, beri air secukupnya, rebus hingga empuk
• Masukkan santan dan air asam jawa, aduk
• Bila santan mendidih angkat dan siap dihidangkan
Alhamdulillah...kita masih ketemu..
setelah sekian lama aku g nulis di blog,kangen juga...
ooh ya...Taqabbalallahu minna wa minkum mohon maaf lahir bathin...
apabila ada salah2 kata atw ucapan....
setelah menjalani sebulan penuh puasa,dibakarlah dosa2 kita....
dan ssemoga kita menjadi insan yg suci setelah dibakar dosa2 kita di bulan ramadhan..amiin..........
wah...ada episode terbaru dalam hidupku sekarang....
aku kini merubah hampir 30% planning hidupku kedepan....
setelah berunding dengan keluarga,,mama dan abangku....
awalnya ketika abangku yg pling besar berniat memintakan tazkiyah untukku agar mempermudah untuk memasuki univeristas yg kutuju..*yg wktu itu kuceritakan
ternyata DR.Muhith (nama ulama itu),beliau menyarankan lebih baik aku melanjutkan study ku ke yaman....disana ada anak belliau...karena untuk memasuki saudi perlu mahram....kata abangku" masa mw di nkahin dlu??" nampaknya dia tdk ingin nantinya kuliahku terganggu....yaa....aku juga g mw nantinya aku disibukkan dgn hal lain...
yaa..akhirnya keputusan terakhir tahun depan insyaAllah aku berangkat ke negri ratu saba itu....doakan saja,,moga studyku lancar...dan ilmuku berkah serta manfaat...
tapi yang pasti ... ambisiku ini masih ingin kuliah di ummul quro...mudah2an aku bisa melanjutkan s2 ku ke sana.....amiiin.........
mohon doa yaa dari semuanya.....
hikamh besar yg aku dapatkan...
mungkin kata-kata ini basi,,tapi kalo kita yg ngejalanin rasanya sulitt....
apa yang kita rencanakan belum tentu akan terjadi....tawakkal kpd Allah itu kunci penguatnya....
sami'na wa atho'na.....insya allah berkah...
sudah hampir 23 hari ramadhan menemani hari-hari kita....
tak terasa begitu cepat ia berlalu..
rasanya tak ingin ia meninggkalkanku.aku masih ingin memeluk berjuta rahmat di bulan agung ini...........
bagai kehilangan orang yang dicintai ketika ramadhan berlalu begitu saja tanpa satu manfaat pun yang kita lakukan untuk memuliakannya.
khusus untuk ramdhan kali ini...alhamdulillah aku rasa lebih baik dari tahun kemarin.pastinya harus,,,udah lebih dewasa...bukan ank2 yg cuma bisa dimaklumi sama orang dewasa.....
contoh kecil dari tilawah,alhamdulillah melebihi apa yang aku targetkan....
tapi masih kalah jauh lah sama imam syafi'i...sehari 2x khatam....
yang terpenting....
apakah tahun ini kita berada dalam keberuntungan???mendapatkan lailatul qadar..???
dan apakah keberuntungan masih berpihak kepada kita untuk menjumpai tamu agung ini di tahun yang akan datang.............
masih ada sisa waktu ...
masih banyak kesempatan....
Ya Rahmaan...
izinkan kami kembali memeluk tamu agung ini di tahun yang akan datang....
anugerahkan kepada kami lezatnya keimanan itu .... lebih baik dari apa yang baru kami rasakan saat ini.............
Al-Qur’an adalah roh yang bisa memberi kekuatan dan kehidupan manusia secara psikologis ruhiyah. Hal ini bertepatan dengan ungkapan Malik bin Dinar tentang roh Al-Qur’an:
“Wahai Ahlul Qur’an!, apa yang telah ditanam oleh Al-Qur’an ke dalam lubuk hatimu?. Sesungguhnya Al-Qur’an adalah penyubur hati sebagaimana hujan yang menyuburkan bumi.”
Dalam konteks ruh yang memiliki pengertian Al-Qur’an, terdapat empat ayat
membahasnya, yaitu surah An-Nahl: 2, Ghafir: 15, Asy-Syura: 52 dan Surah Al-Isra’: 58 yang dipahami secara analogis. Tentunya, penamaan Al-Qur’an dengan ruh bukan kebetulan dan tanpa hikmah yang perlu digali oleh hamba-Nya yang merindukan keberkahan dan kekuatan dari Al-Qur’an, seperti juga nama dan sifat lain yang dimiliki oleh Al-Qur’an yang mencerminkan fungsi dan perannya yang komprehensif dan universal. Betapa hanya Al-Qur’an yang bisa diandalkan menyelesaikan masalah kemanusiaan dalam segala bentuknya.
Sayyid Qutb menyatakan pandangannya tentang penamaan Al-Qur’an dengan ruh berdasarkan firman Allah: “(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ‘Arsy, Yang memberi ruh dengan (membawa) perintahNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).”
(Ghafir: 15) bahwa ini merupakan kinayah tentang wahyu. Redaksi yang digunakan dalam ayat ini mengisyaratkan dua hal:
pertama, bahwa wahyu (Al-Qur’an) adalah ruh dan kehidupan bagi manusia, tanpa ruh ini manusia tidak akan bisa hidup dengan baik dan benar.
Kedua, bahwa wahyu itu turun dari tempat yang tinggi kepada siapa yang dipilih dari hamba-hamba-Nya. Redaksi ini bertepatan dengan sifat Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Selanjutnya beliau juga menafsirkan ruh dalam ayat-ayat ini sebagai sebuah kekuatan yang menggerakkan, mempertahankan kehidupan di dalam hati, bahkan di dalam kehidupan nyata sehari-hari.
“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy-Syura: 52)
Kekuatan besar dari sentuhan Al-Qur’an ini dirasakan benar oleh para sahabat Rasulullah karena memang mereka menerima Al-Qur’an ini dengan segenap hati, pikiran dan kemauan mereka. Seperti yang diriwayatkan oleh Ath-Thobroni dan Al-Baihaqi dari Abdullah bin Amr bin Ash bahwa ia berkata:
“Ketika turun surah Az-Zalzalah, maka serentak Abu Bakar yang sedang duduk waktu itu menangis. Maka Rasulullah saw. pun menghampirinya dan bertanya, “Apa yang membuat engkau menangis wahai Abu Bakar?”. Surah inilah yang membuat aku menangis”. Maka Rasulullah menenangkan dengan sabdanya:
“Jika kalian tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan, maka Allah akan menciptakan kaum lain yang mereka itu melakukan salah dan dosa kemudian mereka bertaubat dan Allah mengampuni mereka.”
Dalam riwayat lain dari Abdullah bin Hanthob bahwa Rasulullah saw. pernah membacakan surah ini dalam satu majlis di mana seorang Arab Badui ikut serta duduk bersama. Setelah mendengar ini, lelaki itu lantas keluar sambil menyesali dirinya “alangkah buruknya aku”. Maka Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya, “sungguh iman telah masuk ke dalam hati lelaki badui tadi.”
Maka sangat tepat ungkapan Dr. Yusuf Al-Qaradlawi yang menegaskan bahwa:
“Al-Qur’an adalah “ruh Rabbani” kekuatan Rabbani yang akan mampu menghidupkan dan menggerakkan akal fikiran dan hati. Sebagaimana Al-Qur’an juga undang-undang Allah yang mengatur kehidupan manusia sebagai individu dan bangsa secara kolektif.”
Syekh Muhammad Al-Ghazali menyebutkan:
“Al-Qur’an inilah kitab yang membentuk jiwa, membangun umat dan kebudayaan mereka. Inilah sesungguhnya kekuatan Al-Qur’an. Namun yang sangat disayangkan bahwa cahaya ini tidak nampak di depan umat Islam karena mata-mata mereka sudah tertutup sehingga aib dalam konteks sekarang ini bukan aib Al-Qur’an, tetapi aib pandangan manusia yang lebih mengagungkan kekuatan lain selain Al-Qur’an. Padahal Allah sudah berfirman, “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan, dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma’idah: 15-16)
Kekuatan lain yang seharusnya kita sadari dari Al-Qur’an yang mulia ini bahwa Al-Qur’an merupakan sistem hidup yang mengarahkan orang-orang yang beriman untuk mewujudkan kehidupan dalam bingkai keimanan. Sebuah hakikat kehidupan yang meliputi segenap komponen yang ada pada diri manusia; menghidupkan fisik, perasaan, getaran jiwa, kemauan, pikiran dan kehendaknya.
“Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.” (Yaasin: 70)
Ibnu Qutaibah dalam kitab “Tafsir Gharibil Qur’an” memahami kalimat “Hayyan” di dalam ayat ini dengan pengertian seorang mukmin yang hidup karena memperoleh petunjuk Allah swt. demikian juga dengan firman Allah swt.:
“Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 122).
Yang dimaksud dengan orang yang hidup dalam ayat ini adalah orang yang beriman dan orang yang mati adalah orang kafir. Makanya Allah membedakan keduanya dengan menggunakan istilah ini juga di dalam firman-Nya: “Dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati.” (Fathir: 22)
Sesungguhnya, berbagai ujian yang mengejutkan bangsa ini semakin membuktikan hakikat yang tidak terbantahkan akan kelemahan manusia dan hajat mereka akan pertolongan Allah swt. bahwa sesungguhnya sumber kekuatan satu-satunya adalah Allah yang menciptakan segalanya dan kita akan meraih kekuatan itu dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber kehidupan dan kekuatan kita.
Sekali lagi, Allah swt. mengingatkan kita akan kekuatan Al-Qur’an.
“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.” (An-Nahl: 2)
Memang sudah saatnya bagi kita untuk menerima Al-Qur’an dengan segenap perasaan, pikiran dan kehendak kita dan tidak mengharap atau menggantungkan kekuatan lain di luar dari kekuatan firman-Nya.
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Hadid: 16).
Selama kita masih mengharap datangnya kekuatan lain, maka selama itu pula kita tidak akan meraih kehidupan yang mulia di bawah bimbingan dan naungan Al-Qur’an.
Wallahu a'lam bishowab....
lengkapnya di...www.dakwatuna.com
Allah berfirman, ‘dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).’ (an-Najm: 4)
Among the prophet's handed down invocations - narrated 'A'isha,the prophet used to say -’O Allah! Wash away my sins with the water of snow and hail, and cleanse my heart from all the sins as a white garment is cleansed from the filth ‘ ( Ibn-Maga )And in another text
Di antara doa-doa yang selalu dibaca Nabi saw adalah yang diriwayatkan ‘Aisyah,
اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ
‘Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air es dan salju, dan bersihkanlah hatiku dari dosa-dosaku sebagai pakaian yang putih dibersihkan dari kotoran.’ (HR Muslim)
Aisyah juga meriwayatkan bahwa Nabi saw berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari buruknya ujian kekayaan dan kemiskinan, dan berlindung kepada-Mu dari kejahatan dari huru-hara Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah dosa-dosa kudengan air es dan salju, sucikanlah hatiku dari dosa-dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, dan jauhkanlah dariku dosa-dosa sejauh jarak timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelambanan, kepikunan, dosa, dan hutang.’ (Shahih al-Bukhari, 5900)
Meskipun kita mengulang-ulang doa ini, namun kita tidak mengetahui fakta ilmiah yang terkandung dalam kalimat-kalimatnya. Di antara sekian banyak benda cair, Allah menjadikan air sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Allah berfirman di dalam al-Al-Qur’an, ‘Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.’ (al-Anbiya’:30).
Air mempunyai kemampuan ajaib saat digunakan untuk membersihkan dan mencuci kotoran. Saya akan berbicara tentang sebagian dari karakteristik air:
Air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen terhubung bersama-sama dengan ikatan kovalen polar. Polaritas ini (yang timbul akibat perbedaan elektron antara atom oksigen dan atom hidrogen) menghimpun molekul-molekul air dengan ikatan hidrogen lemah yang memberi air itu karakteristik yang berbeda dan unik, yang tidak dimiliki cairan sejenis dengan struktur yang senyawa, dan hal ini mengakibatkan beberapa perubahan dalam karakteristik-karakteristik fisiknya. Air mendidih pada suhu 100 derajat dan mempunyai tekanan permukaan yang tinggi. Dan juga banyak karakteristik lain, dan di sini bukan tempatnya untuk menyebutkan.Gambar berikut menunjukkan ikatan molekul-molekul air dalam tiga tahapannya (air, es, uap).
Air, yang secara kimiawi dianggap sebagai bahan pelarut umum mempunyai suatu kemampuan yang besar untuk memecahkan banyak zat ion karena molekul polar air menyerang kristal campuran jika ia kualitas ion. Ia mengisolasi kristal-kristal yang tertarik di dalam kisi kristal. Dan sebagai hasilnya adalah daya tarik yang bersifat mutual antara molekul polar air dan ion. Daya tarik antara ion-ion itu terjadi di dalam kristal, dan sebagai hasilnya zat-zat yang terurai itu terpisah dari dari molekul-molekul air. (Seperti yang ditunjukkan gambar berikut)
Doa ini menyamakan dosa dan kesalahan dengan kotoran yang dibersihkan dengan air. Jadi, bagaimana proses pembersihan dengan air itu terjadi?
Ketika noda dan kotoran menempel pada kain, maka berlangsung daya tarik antara kain dan kotoran. Air menembus noda dan membasahi kain. Dan karena adanya kualitas polar dan kapiler pada air, maka air membuat kotoran itu larut dengan cara mengisolasi ion-ionnya satu sama lain, sehingga kekuatan perekat antara ion itu menjadi lemah, terutama jika ia termasuk zat yang larut di dalam air.
Jika noda bersifat lemak yang tidak larut dalam air, maka air terpental dalam bentuk bola-bola yang tidak membasahi permukaan kain karena kekuatan adesif (lekat) antara air dan noda lebih rendah daripada daya lekat molekul-molekul air itu sendiri. Karena itu, kotoran tersebut harus dicuci dengan air dan sabun. Karena pengurai pada sabun itu mengurangi tegangan permukaan air, sehingga sabun itu menyebar ke lemak dan bereaksi dengannya membentuk emulsi lemak, dan meningkatkan daya tarik-menarik antara air dan noda menjadi yang lebih kuat, sehingga kotoran meninggalkan permukaan kain seperti yang dalam gambar berikut.
Tetapi, doa di atas menunjukkan cara lain membersihkan, yaitu dengan air es. Bagaimana bisa air es menjadi alat pembersih?
Kita semua tahu bahwa ketika air itu membeku, maka ia menjadi es pada suhu nol derajat, dan pola hubungan molekul-molekulnya juga berubah sehingga menjadi seperti lingkaran benzene, seperti yang ditunjukkan dalam gambar 4.
Ada sebagian kotoran yang tidak bisa dibersihkan dengan air, atau dengan air dan sabun, karena daya lekat antara kotoran dan pakaian sangat besar, seperti noda lilin pada pakaian.
Ketika sepotong es diletakkan di atasnya, maka suhu dingin itu berfungsi mendekatkan molekul-molekul Artikel ini sehingga daya lekat antara Artikel tersebut dan pakaian menjadi berkurang, dan itu membuatnya terlepas dari pakaian.
Sedangkan salju itu terbentuk pada suhu yang lebih rendah dari nol-derajat. Jika ada kotoran yang membandel, maka air salju dapat mengurai partikel-partikel kotoran tersebut secara lebih kuat daripada es, sehingga kotoran tersebut terpisah dari pakaian dan hilang.
Doa ini menyamakan dosa dengan kotoran yang harus dicuci dengan air. Sedangkan kotoran yang tidak bisa hilang dengan air itu dihilangkan dengan es. Dan yang tidak bisa hilang dengan es itu dihilangkan dengan salju, agar tidak tersisa lagi dosa-dosa seseorang.
Rasulullah saw dalam hadits lain bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran padanya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran padanya.’ Lalu Nabi bersabda, ‘Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah akan menghapus dosa-dosa denganya.’ (HR Bukhari)
Ini adalah dalil lain bahwa air merupakan sarana pembersih kotoran dan dosa. Mahasuci Allah yang mengajari Nabi yang ummi hakikat ilmiah ini.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda